Adupoker88 | Berwisata Ke Lawang Sewu Dengan Adupoker88

Berwisata Ke Lawang Sewu Dengan Adupoker88

Berwisata Ke Lawang Sewu Dengan Adupoker88

Lawang Sewu merupakan nama suatu gedung kuno di kota Semarang. Dibangun terhadap th 1904 oleh Belanda, Lawang Sewu dulunya berfungsi juga sebagai kantor perusahaan kereta api Belanda. Nama Lawang Sewu yg berarti seribu pintu berasal dari wujud bangunannya yg memiliki tidak sedikit pintu & jendela. Yg menarik dari Lawang Sewu merupakan suasana mistisnya yg di lengkapi bersama arsitektur megah khas jaman dulu. Gedung Lawang Sewu pula memiliki lantai bawah tanah yg dulunya digunakan yang merupakan penjara. Harga ticket masuk Lawang Sewu merupakan 10,000Rp. Terletak di bundaran Tugu Belia yg dulu dinamakan Wilhelminaplein.

Penduduk setempat menyebutnya Lawang Sewu (Seribu Pintu) sebab bangunan tersebut mempunyai pintu yg amat tidak sedikit. Kenyataannya, pintu yg ada tak hingga seribu. Bangunan ini mempunyai tidak sedikit jendela yg tinggi & lebar, maka penduduk tidak jarang menganggapnya sbg pintu (lawang).

Bangunan kuno & megah berlantai dua ini sesudah kemerdekaan dimanfaatkan yang merupakan kantor Djawatan Kereta Api Repoeblik Indonesia (DKARI) atau kini PT Kereta Api Indonesia. Tidak Hanya itu sempat digunakan juga sebagai Kantor Tubuh Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) & Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Perhubungan jateng. Terhadap periode perjuangan gedung ini mempunyai catatan histori tersendiri yakni saat berjalan sejarah Pertempuran lima hri di Semarang (14 Oktober – 19 Oktober 1945). Gedung sepuh ini jadi tempat pertempuran yg hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Belia Kereta Api melawan Kempetai & Kidobutai, Jepang. Sehingga dari itu Pemerintah Kota Semarang bersama Surat Ketentuan Wali Kota Nomer. 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu yang merupakan salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yg layak dilindungi.

Kala ini bangunan sepuh tersebut sudah mengalami step konservasi & revitalisasi yg dilakukan oleh Satuan Pelestarian benda & bangunan bersejarah PT Kereta Api Persero

Bangunan Lawang Sewu dibangun terhadap 27 Pebruari 1904 dgn nama lain Het hoofdkantor van de Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij (Kantor Pusat NIS). Awalnya aktivitas administrasi perkantoran dilakukan di Stasiun Semarang Gudang (Samarang NIS), tetapi bersama berkembangnya trayek jaringan kereta yg amat sangat pesat, mengakibatkan bertambahnya personil teknis & tenaga administrasi yg banyak seiring berkembangnya administrasi perkantoran.

Terhadap akibatnya kantor NIS di stasiun Samarang NIS tak lagi memadai. Beragam solusi dilakukan NIS antara lain menyewa sekian banyak bangunan milik perseorangan yang merupakan solusi sementara yg justru menambah tak efisien. Terlebih letak stasiun Samarang NIS berada di dekat rawa maka urusan sanitasi & kesehatan serta jadi pertimbangan utama. Sehingga, diusulkanlah alternatif lain : membangun kantor administrasi di ruang baru. Pilihan jatuh ke lahan yg terhadap periode itu berada dipinggir kota berdekatan dgn kediaman Residen. Letaknya di ujung Bodjongweg Semarang (saat ini Jalan Pemuda), di segi jumpa Bodjongweg & Samarang naar Kendalweg (jalan raya menuju Kendal).

NIS mempercayakan design gedung kantor pusat NIS di Semarang pada Prof. Jacob F. Klinkhamer (Tahun Delft) & B.J. Quendag, arsitek yg berdomisili di Amsterdam. Semua proses perancangan dilakukan di Belanda, baru seterusnya gambar-gambar dipindah ke Kota Semarang. Menyaksikan dari cetak biru Lawang Sewu tercatat bahwa site plan & denah bangunan ini sudah digambar di Amsterdam terhadap thn 1903. Demikian serta kelengkapan gambar kerjanya dibuat & ditandatangani di Amsterdam thn 1903.

1. Agen Poker Online

2. Judi Poker Online

3. Poker Indonesia Online

4. Poker Online Terpercaya

AduPoker88